Bontang, 28 Ramadhan 1446 H – Dalam rangka memperkuat semangat kekaderan dan memperkokoh fondasi kelembagaan, Hidayatullah Bontang mengadakan acara Bukber Akbar (Buka Puasa Bersama) sekaligus Diskusi Kelembagaan dengan mengangkat tema, "Menanamkan Semangat Kekaderan, Memperkokoh Fondasi Kelembagaan". Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 anak dari kader biologis Hidayatullah Bontang, sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap mengemban amanah sebagai pelanjut perjuangan islam melalui Hidayatullah di masa depan.
Acara dimulai dengan Diskusi Kelembagaan yang menjadi inti dari kegiatan tersebut. Ustadz Qosim, S.H.I., M.Pd., Ketua DPD Hidayatullah Bontang, sebagai pembicara utama. Dalam sesi diskusi ini, Ustadz Qosim menyampaikan bahwa generasi muda adalah garda terdepan dalam meneruskan perjuangan dakwah Hidayatullah. Oleh karena itu, pembekalan diri sejak dini sangat penting untuk memastikan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan zaman dan menjadi penerus yang tangguh. “Semangat kekaderan ini harus dibangun dengan pemahaman yang mendalam tentang tugas dan peran kita sebagai umat Islam. Generasi muda Hidayatullah adalah pemimpin masa depan yang harus siap dengan pengetahuan agama yang kuat, keterampilan yang mumpuni, serta karakter yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Ustadz Qosim menekankan bahwa untuk memperkokoh fondasi kelembagaan, perlu ada proses yang berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas kader, baik dari segi ilmu pengetahuan, keterampilan, maupun integritas moral. “Kelembagaan Hidayatullah bukan hanya soal struktur organisasi, tetapi yang lebih penting adalah kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Kader yang memiliki semangat kekaderan yang tinggi akan memperkuat fondasi ini, dan dengan itu kita akan mampu mencapai tujuan besar dakwah ini,” tegas beliau.
Ustadz Qosim memberikan arahan bahwa kader Hidayatullah tidak hanya harus cerdas dalam bidang agama, tetapi juga harus menguasai berbagai ilmu yang relevan dengan perkembangan zaman. “Generasi muda harus menjadi pelopor perubahan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kemajuan zaman, tanpa kehilangan identitas dan integritas yang telah menjadi dasar perjuangan kita,” lanjut beliau.
Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para kader muda Hidayatullah Bontang, menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kekaderan, sekaligus memperkuat pondasi kelembagaan Hidayatullah di masa depan. Para peserta juga diharapkan dapat melanjutkan perjuangan ini dengan lebih siap, lebih terampil, dan lebih bersemangat, untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Semoga acara ini dapat terus berlanjut dan memberi inspirasi bagi para kader untuk terus berkembang, baik dalam aspek spiritual maupun profesional.
Penulis : Abu Razin